logo

Monday 25th of June 2018

Layanan Hotspot

Bupati dan Wakil

Hari Jadi Kab. Brebes

Hari Jadi Ke-340 Tahun 2018

OPD BARU 2017

OPD Kab. Brebes per 2017

GPR Kominfo

 

Jumlah Pengunjung

Flag Counter

Menteri Sosial RI M Idrus Marham menandaskan tidak boleh ada satu pun anak bangsa yang jadi korban bencana. Untuk itu, semua anak bangsa juga harus turun tangan melakukan upaya upaya prefentif agar tidak jadi bencana.

"Bencana tidak bisa diduga sebelumnya, namun kita bisa mengantisipasi berbagai persoalan yang menjadi tanda tanda alam, maka tak boleh satupun anak bangsa yang jadi korban," kata Idrus saat meninjau lokasi Longsor di desa Pasirpanjamg, Salem Brebes, Selasa (27/2)

Idrus mengingatkan agar komponen bergerak dengan satu koordinasi yang kuat. Termasuk penanganan Longsor dan Banjir harus ditangani cepat dan tepat. "Kalau sudah ditetapkan tanggap darurat, maka penanganan dan penganggaranya sah untuk dilakukan pemulihan," tandas Idrus.

Dia juga mengintruksikan untuk menghitung kerugian dan memperbaiki fasilitas yang rusak. Seperti jembatan yang rusak, putus, harus secepatnya diperbaiki karena sangat vital yang menghubungkan dua kecamatan yakni Banjarharjo dan Salem.

Dalam kesempatan tersebut juga diberikan bantuan sebesar Rp 1.163.382.150 dengan perincian sebagai berikut. Bantuan logistik tanggap darurat sebesar Rp 347.301.150,- bantuan logistik buffer stock prov Jateng Rp. 47.396.000,- Santunan ahli waris (13 org) Rp 195 juta, Santunan luka luka (12) Rp 24 juta, sembako penerima santunan (25 org) Rp 3.750.000,-" Sembako pengungsi (250 orang) Rp 22,5 juta, dan bantuan mobil dapur umum lapangan 1 unit senilai Rp 523.435.000,-

Read more: Jangan sampai ada satupun anak bangsa yang tak tertolong

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Seto Mulyadi atau yang lebih dikenal Kak Seto menghibur anak anak dan ibu ibu yang berada di pos Pengungsian banjir Losari Brebes, Senin (26/2).

"Warga pengungsi, kerap dihinggapi rasa trauma, maka perlu mendapat terapi edukasi dan rekreasi," ujar Kak Seto usai menghibur warga pengungsi korban banjir di SMK Islam Annur Losari, Brebes, Senin (26/2)

Dia melihat, kalau wajah wajah anak pengungsi banyak memendam kepiluan. Dia sengaja hadir atas perintah menteri sosial untuk menghibur warga pengungsian. Sebagai tim KPAI selalu peduli pada anak di wilayah pengungsian seperti banjir, longsor dan gunung meletus serta bencana lainnya.

Kami kemarin roadshow ke Asmat, Sinabung dan hari ini ke Brebes,” jelasnya.

Dia hadir mencoba memotivasi anak dengan mempelajari suasana dari permasalan psikolog anak. “Kami berusaha memotivasi mereka melalui kegiatan permainan,” terangnya.

Yang paling penting, kata Kak Seto, warga pengungsi tetap tenang, tabah, tegar dari semua cobaan dan tetap semangat belajar, rajin belajar. Karena mereka pada dasarnya memiliki cita cita.

Diharapkan, lanjutnya, mereka bisa saling bekerja sama, saling bersahabat, tidak saling konflik, permusuhan, menjalin persaudaraan sehingga timbul kekompakan untuk menghadapi berbagai macam tantangan.

Read more: Kak Seto Hibur Pengungsi Losari

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei menegaskan, penanganan darurat jebolnya tanggul Kali Cisanggarung bisa rampung dalam waktu sepekan. Dia menegaskan kalau alat berat dan bahan material lainnya akan didatangkan secara cepat dengan melibatkan seluruh kekuatan yang dimilikinya agar tidak terjadi bencana banjir susulan.

Perbaikan tanggul darurat di 9 titik yang jebol, Saya harap secepatnya bisa ditangani dalam waktu 7 hari bisa selesai,” kata Willem saat meninjau tanggul yang jebol di desa Bojongsari, Kec Losari Brebes, Sabtu (23/2) sore.

Menurutnya, alat berat sudah didatangkan dari Cirebon dan karung serta tanah atau pasir buat menutup bisa dibeli di Cikesik, Cirebon. “Mala mini, harus kita kerjakan juga, tidak tunggu waktu,” tegasnya.

Dalam penanganan bencana banjir dan longsor di Brebes, Willem memaparkan bahwa yang paling utama adalah penyelematan dan pencarian.

Penyelamatan korban banjir telah dilakukan dengan evakuasi warga sehingga tidak jatuh korban. Dan bila kehilangan anggota korban tentu dilakukan pencarian dalam batasan waktu yang telah ditetapkan. “Untuk longsor, masih ada 13 korban yang belum ditemukan maka harus dilakukan pencarian maksimal,” tegasnya.

Bencana, lanjutnya, juga harus ditangani bukan diratapi. Dengan sigap kita juga tengah memenuhi perlengkapan logistic seperti makanan, suplay air bersih, pelayanan kesehatan

Read more: Kepala BNPB Janjikan 9 Tanggul Yang Jebol Selesai Dalam Sepekan

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH mengirim 1 ton beras warga Kecamatan Losari yang tertimpa musibah banjir akibat limpahan kali Cisanggarung. Tidak hanya beras, dia juga mengirim perlengkapan masak untuk dapur umum dan membagikan ponggol kepada warga.

“Tersedianya perlengkapan dapur umum, tidak berarti menunggu banjir susulan tetapi alat ini bisa untuk memasak ketika ada kegiatan gotong royong dan kegiatan sosial lainnya,” tutur Bupati saat memberikan bantuan di balai desa Bojongsari, Kecamatan Losari, Brebes, Selasa malam (20/2)

Bupati juga membagikan nasi ponggol dan pakaian pantas pakai kepada warga yang membutuhkan. Idza, dengan gaya senyum khasnya mengajak berdialog, gendu-gendu rasa dengan warga yang mengerumuninya.

Kepada warga, Bupati mengajak untuk selalu tabah dan sabar dalam menghadapi suatu musibah. Dengan kesabaran diyakini musibah justru akan membawa berkah. Setelah menemui kesulitan, pasti akan datang kemudahan.

Camat Losari Imam Tauhid menyampaikan terima kasih atas silaturahmi Bupati kepada warga desa Bojongsari yang terkena banjir akibat mendapat limpahan Kali Cisanggarung. Dia menjelaskan, sebanyak 800 Kepala Keluarga terdampak banjir. Akibatnya, aktivitas warga banyak yang terganggu karena harus membersihkan rumahnya pada baik saat banjir maupun pasca banjir.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes Syamsul Komar, Staf Ahli Bupati bidang SDM dan Kemasyarakatan Lely Mulyani, Camat Losari Imam Tauhid, Kabag Penanggulangan Kemiskinan Ratnawati, dan pejabat lainnya. (wasdiun)

Daerah Tujuan Wisata (DTW) di Kabupaten Brebes tetap eksis meskipun banyak wilayah yang terkena banjir dan longsor. Zona banjir berada diluar titik DTW sehingga masyarakat bisa menikmati keindahan Brebes tanpa perasaan was was.

"Pariwisata Brebes tetap eskis meski banjir melanda," tutur Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab Brebes Amin Budi Raharjo melalui Kabid Pariwisata Iskandar Agung saat dihubungi di ruang kerjanya, Selasa (20/2).

Iskandar menjelaskan, DTW Pantai Randusanga Indah (Par In), Pulau Pasir Mangrovesari, Pulau Cemara, Pulau Hantu, Pemandian air panas Cipanas dan lain lain masih ramai pengunjung.

"Meski tak seramai hari hari sebelum banjir, tapi banyak warga lokal maupun turis domestik lainnya banyak yang berkunjung," tutur Iskandar.

Iskandar mengaku, untuk wilayah selatan memang sedikit tersendat karena longsor dan curah hujan yang tinggi. Ranto Canyon Salem misalnya, tidak melayani pengunjung karena arus yang deras. Obyek uji nyali tersebut saat ini tidak standar karena debit air dan arus sungai yang amat deras. Demikian juga ada daerah longsor di antara ruas Banjarharjo Salem sehingga hanya sedikit yang menikmati puncak Lio Kalibaya.

Demikian juga dengan waduk Malahayu, lanjut Iskandar, debitnya cukup tinggi. Sehingga perlu kewaspadaan dari pengunjung. Dia mengakui kalau pengunjung mengalami penurunan diberbagai DTW, tetapi tidak signifikan.

“Semoga saja bencana banjir dan longsor tidak lagi menjadi momok, dan tidak terulang lagi,” pungkasnya. (wasdiun).

 



Developed © Pemerintah Kabupaten Brebes 2018.