logo

Thursday 22nd of February 2018

Layanan Hotspot

Bupati dan Wakil

Hari Jadi Kab. Brebes

Hari Jadi Ke-340 Tahun 2018

OPD BARU 2017

OPD Kab. Brebes per 2017

GPR Kominfo

 

Jumlah Pengunjung

Flag Counter

Meski hari libur, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH melakukan peninjauan keberbagai lokasi yang ditengarai menjadi penyebab banjir. Peninjauan lokasi dilakukan untuk mengantisipasi dan mencari solusi kemungkinan terburuk terjadinya banjir di Brebes.

Jangan tunggu waktu, kita harus lakukan antisipasi dini agar tidak terjadi banjir,” kata Idza Priyanti saat melakukan peninjauan lokasi penyebab banjir di kecamatan Brebes dan Jatibarang, Sabtu (10/2).

Menurutnya, manusia harus melakukan ikhtiar sehingga tidak melawan ketentuan Yang Maha Kuasa. Jangan sampai sebagai manusia hanya terduduk diam tanpa antisipasi dini dalam pencegahan suatu bencana.

Idza menyakini, apa yang dilakukan manusia akan berimbas pada manusia itu sendiri. Bencanapun demikian, banyak sekali disebabkan oleh ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab.  Seperti banjir, bisa terjadi akibat manusia membuang sampah sembarangan ataupun sebab rapuhnya alam karena dirusak manusia.

Read more: Antisipasi Banjir, Bupati Cek Lokasi Penyebab Banjir

Kunjungan Deputi pemberdayaan desa, koordinator pembangunan manusia dan kebudayaan ke pendopo Brebes dalam rangka melaksanakan padat karya tunai dari dana desa tahun 2018.

Kunjungan tersebut diketuai  Dr. Ir. Herbert H.O Siagian, M.Sc., sebagai Asisten Deputi Pemberdayaan Desa pada Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan  dan Kementrian PU balai besar wilayah sungai pemali - juana semarang yang diwakili oleh bp I Gusti Ngurah Carya Andi yang disambut oleh Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti SE.MH di pendopo kabupaten Brebes. (8/2/18)

Dalam kunjungan tersebut juga hadir beberapa SKPD di antaranya Asisten 1, Kepala Dinpermades, Kepala Dinkominfotik, Kepala Dinperwaskim, kepala DPKP, dan kepala DPKH.

Kunjungan pendopo Brebes dalam rangka melaksanakan padat karya tunai dari dana desa tahun 2018, di mana ada 10 desa yang langsung mendapat perhatian pelaksanaan dari dana desa.

Manfaatnya jika sesuai sasaran, akan membuat masyarakat banyak kegiatan, pendapatanya  juga meningkat dan kesejahteraan bertambah baik.” ujar Idza.

Selain padat karya tunai yang nantinya akan mendapatkan 30 % per 1 minggu  sebagai upah atau tenaga kerja yang sudah dilaksanakan, melalui adanya Permendes no. 19 tahun 2017 layanan sosial dasar untuk dana desa, masyarakat juga akan mendapat arahan, sehingga dibidang pendidikan dan ekonomi bisa terdorong agar lebih baik.

Read more: Padat Karya tunai Dana Desa

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE.MH mengajak seluruh komponen masyarakat untuk memperhatikan asupan gizi anak dibawah usia dua tahun (baduta). Pasalnya, kekurangan gizi kronis bisa mengakibatkan terjadinya stunting atau kondisi gagal tumbuh terlalu pendek pada usianya. Meskipun Angka Stunting turun menjadi 32,7 persen di tahun 2017 dibandingkan pada tahun 2013 yang mencapai 47 persen.

Ajakan tersebut disampaikan Idza Priyanti saat membuka pertemuan sosialisasi dan koordinasi program penanggulangan stunting di Kabupaten Brebes, di ruang rapat Bupati, Rabu (7/2).

Idza menjelaskan, berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017, data stunting yang ada di Kabupaten Brebes 32,7 persen. Dari tingginya angka tersebut, Kabupaten Brebes masuk dalam sepuluh besar kabupaten prioritas penanggulangan stunting dari 100 kabupaten di seluruh Indonesia yang akan diintervensi pada 2018. 

Dari 297 desa se Kabupaten Brebes, 10 desa mendapat prioritas intervensi,” ujar Idza.

Kesepuluh desa tersebut yakni Desa Jatisawit, Kalilangkap, Kalinusu, Pruwatan di Kecamatan Bumiayu. Kemudian Desa Dukuhmaja (Songgom), Janegara (Jatibarang), Wanasari dan Glonggong (Wanasari), Grinting (Bulakamba), dan Cigadung (Banjarharjo).

Read more: Angka Stunting Brebes Turun Jadi 32,7 Persen

Kali Tanyep dukuh Sigempol Randusanga Kulon, Brebes menjadi pintu gerbang perjalanan menuju pulau Hantu. Cukup dengan membayar jasa transport Rp 10 ribu, bisa menumpang perahu motor.

Dengan hati berdebar, beberapa kali terasa oleng perahu yang ditumpangi akibat ombak kecil, hatipun berdegup kencang ketika mesin motor perahu tiba tiba mati. Namun, debaran hati kembali adem setelah melihat sisi kanan kiri kali Tanyep diapit, dikelilingi pohon mangrove.

Sampai kapan harus menyusuri sungai ini sampai ke Pulau Hantu?” tanya penulis kepada tukang perahu. “Ya sekitar 20 sampai 25 menit,” jawabnya. “Waduh, lama benar ya,” gumamku dalam hati.

Detak jantung semakin keras meski siang bolong memecah ombak. Dua mata, ku tatapkan pada samping kanan dan kiri. Ternyata banyak pemancing yang tengah asyik memancing dengan wajah tertutup seperti ninja. “Wuiiiih…. Aku dapat Kakap Gede,” teriak salah seorang pemancing sambil menarik senar pancing.


Lebih dari 120 Ranggon yang digunakan untuk berteduh memancing, berjajar sepanjang perjalanan menuju Pulau Hantu. Menurut Kepala Desa Randusanga Kulon Slamet Maryoko, para pemancing itu datang dari berbagai daerah. Ranggon telah di sediakan pihak pengelola dan pemancing hanya membeli pakan sesuai kemampuan. “Mancing bisa sepuasnya, sampai perbekalan diri habis,” ucap Jarot, panggilan akrab Kades Randusanga Kulon itu.

Read more: Gak Keren Kalau Belum Uji Nyali Di Pulau Hantu

SOSIALISASI PERBUP NOMOR 116 TAHUN 2017

BREBES _ Peraturan Bupati brebes nomor 116 tahun 2017 tentang percepatan peningkatan cakupan kepemilikan Akta kelahiran dan akta kematian yang telah di diluncurkan Bupati Brebes rabu (31/1) pagi  disosialisasikan kepada seluruh Kepala Desa dan Kelurahan serta Bidan Desa se Kabupaten Brebes.

Acara yang diselenggarakan di Gedung Pertemuan Islamic Center tersebut diselenggarakan oleh Dinas Kependudukan dan pencatatan sipil bekerjasama dengan Kompak, The Asian Foundation, LPPSP, serta Puskapa dengan di ikuti seluruh Kepala Desa dan perwakilan Bidan Desa se Kabupaten Brebes.

Wakil Bupati Brebes Narjo, SH dalam sambutanya mengatakan administrasi kependudukan seperti Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, KTP hingga Akta Kematian sangat lah penting dimiliki seluruh Warga Masyarakat. Mengingat Berkas berkas tersebut selalu dibutuhkan dalam berbagai hal. oleh karena itu seluruh masyarakat diminta tertib adminduk, memiliki KTP, Akta Kelahiran, Kartu Keluarga hingga mengurus Akta Kematian untuk keluarga yg sudah meninggal.

Wakil Bupati menambahkan masyarakat brebes sekarang tak perlu khawatir, melalui peraturan Bupati nomor 116 tahun 2017 Pemerintah Kabupaten brebes hadir untuk mendorong dan memberi kemudahan masyarakatnya memiliki semua itu.

Read more: KADES DIMINTA DATA DAN INGATKAN WARGANYA YG BELUM TERTIB ADMINDUK.



Developed © Pemerintah Kabupaten Brebes 2017.