Print 


Kalo Kalong Darurat Sampah. Tidak dipungkiri, kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih relatif rendah. Terlebih bagi mereka yang tinggal di sekitar bantaran sungai, masih menganggap bahwa sungai merupakan tempat pembuangan sampah.
Kesadaran lingkungan ini yang terus didorong Pemprov Jateng melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Brebes. Salah satunya melalui Gerakan Operasi Bersih-bersih di Kali Kalong, sekitar Pasar Linggapura, Kecamatan Tonjong, Minggu (15/9).

Kegiatan tersebut dikuti oleh DLHPS, KODIM 0713/Brebes, Dinas Kesehatan, Forkopimcam, BPBD, TAGANA, SENKOM, Pramuka Kwaran Kecamatan Tonjong, RAPI, instansi terkait, berbagai komunitas peduli sungai serta masyarakat umum.
Tanpa bantuan alat berat, secara manual memungut sampah dengan alat seadanya. Ada 3 titik yang menjadi fokus pembersihan. Namun, yang paling parah berada di bawah jembatan dekat Pasar Linggapura. Di sana, sampah dengan berbagai jenis menumpuk sampai menutupi sungai.
“Ini adalah gerakan dari masyarakat yang peduli terhadap lingkungan. Ada sekitar 45 elemen masyarakat peduli sungai yang ikut serta,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Brebes, Edi Kusmartono yang ikut dalam bersih-bersih.
Sedikitnya 5 truk yang dikerahkan untuk mengangkut sampah. Rencananya, sampah akan dibuang ke TPA Desa Kalijurang. “Selain itu, sampah juga diangkut dengan sepeda motor roda 3 dan lainnya,” katanya.
Menurutnya, gerakan ini muncul karena tumpukan sampah di Sungai Kalong ini sudah sangat parah. Ibarat gunung es, sampah yang tampak di permukaan jumlahnya tidak seberapa, di banding sampah di dalam sungai.
“Ini baru mulai saja, sudah 10 truk yang diangkut ke TPA Kalijurang. Dan tidak habis-habis,” katanya.
Edi menyatakan aksi kerja bakti ini adalah langkah jangka pendek. Karena itu, harus ada rencana jangka panjang agar tidak lagi terjadi penumpukan sampah di sungai.
“Harus ada rencana ke depan. Terutama dari pihak pemerintah desa dan masyarakat setempat. Jangan sampai setelah bersih-bersih ini, sungainya kembali kotor,” ungkapnya.
Pihaknya berharap masyarakat untuk secara rutin mengelola sampah. Hal tersebut bisa dimulai dari sampah rumah tangga, termasuk mengurangi penggunaan plastik.
“Pengelolaan sampah dapat berdampak baik untuk diri sendiri dan lingkungan. Lingkungan yang bersih dan sehat, menjadi dambaan bagi setiap orang. Jika lingkungan bersih, beragam penyakit pun bisa dicegah. Untuk itu, kita mendorong agar kesadaran masyarakat akan pengelolaan sampah ini bisa terus ditingkatkan,”pungkasnya. (Suprapto, Wasdiun)