xxx
xxx
xxx

Angkat Legenda Nyi Rantan Sari, Duta Seni Brebes Kenalkan Budaya Lokal di TMII

Kisah legenda Nyi Rantan Sari yang selama ini hidup dalam tradisi tutur masyarakat Brebes Selatan dibawa ke panggung nasional. Melalui pementasan sendratasik bertajuk Legenda Nyi Rantan Sari, Duta Seni Kabupaten Brebes Tahun 2026 mengenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (4/10/2026).

Pementasan yang digagas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes tersebut memadukan seni drama, tari, musik, dan visual panggung. Sekitar 700 penonton hadir menyaksikan kisah Nyi Rantan Sari, sosok perempuan yang dikenal dalam cerita masyarakat Brebes Selatan sebagai pelindung wilayah.

Wakil Bupati Brebes Wurja mengaku bangga karena pementasan tersebut tidak sekadar menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga membawa cerita, nilai, dan ingatan tentang Brebes melalui salah satu kekayaan budaya Brebes Selatan.

“Kita membawa cerita, nilai, dan ingatan tentang Brebes melalui Legenda Nyi Rantan Sari. Kisah ini mengajarkan bagaimana manusia memperlakukan alam, menjaga hutan, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Pesan ini semakin penting ketika pembangunan harus berjalan bersama kepedulian terhadap alam,” ujar Wurja.

Wurja juga mengapresiasi para seniman, pelajar, mahasiswa, pengrawit, penata tari, sutradara, tim kreatif, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pementasan. Sekitar 50 anak muda turut ambil bagian, yang menurutnya menjadi bukti bahwa budaya Brebes memiliki generasi penerus yang mau belajar dan berkarya.

“Kami berharap Legenda Nyi Rantan Sari menjadi ruang untuk mengenalkan Brebes dengan cara yang indah. Masyarakat Indonesia tidak hanya mengenal Brebes melalui bawang merah dan telur asin, tetapi juga melalui seni, tradisi, cerita rakyat, dan karakter masyarakatnya,” katanya.

Hadir pula Sekretaris Daerah, Ketua DPRD Kabupaten Brebes, jajaran kepala OPD, Ketua MASIGAB, para camat, serta kepala sekolah dari berbagai wilayah di Kabupaten Brebes.

Pimpinan produksi pementasan, Kangjeng Pangeran Dimas Sastronagoro atau yang dikenal sebagai Dimas Indiana Senja, mengatakan pengangkatan legenda Nyi Rantan Sari menjadi pertunjukan merupakan upaya menjaga cerita rakyat agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Selama ini legenda Nyi Rantan Sari hanya hidup dalam cerita tutur masyarakat Brebes Selatan. Sosoknya dikenal sebagai perempuan pelindung wilayah, namun belum banyak dibawa ke ruang pertunjukan. Kami memberanikan diri mengangkatnya agar cerita ini tidak berhenti sekadar di mulut ke mulut, melainkan dapat diwariskan secara utuh kepada generasi berikutnya,” ujar Dimas.

Menurut Dimas, pementasan tersebut tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga membawa pesan tentang hubungan manusia dengan alam. Kisah Nyi Rantan Sari dikemas melalui pendekatan ekoteologi yang memadukan kesadaran spiritual dengan tanggung jawab menjaga lingkungan.

Pesan tersebut mengajak masyarakat memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan kehidupan spiritual. Narasi itu juga dikaitkan dengan kondisi kerusakan hutan yang dampaknya semakin dirasakan masyarakat.

Selain mengangkat cerita rakyat, pementasan Legenda Nyi Rantan Sari menjadi ruang regenerasi seni dan budaya. Sebagian besar pemain merupakan pelajar dan mahasiswa dari SMA Negeri 1 Sirampog, SMA Negeri 1 Paguyangan, SMK Ma’arif NU Paguyangan, SMK Negeri 1 Tonjong, Universitas Peradaban, serta SMP Negeri 1 Bantarkawung.

“Mereka tidak hanya belajar menari, bermusik, atau berakting. Mereka belajar memahami akar budayanya sendiri. Inilah regenerasi seniman yang sesungguhnya,” kata Dimas.

Pementasan tersebut juga lahir dari kolaborasi sejumlah kelompok seni di Brebes Selatan, yakni Sanggar Andaka SMAN 1 Paguyangan, Bumiayu Creative City Forum (BCCF), Sanggar Suwung, Sanggar Ayudia SMKN 1 Tonjong, Sanggar Tari Rafela, Sanggar Swaragini SMAN 1 Sirampog, Sanggar Binendrang, serta Sanggar Sembung Senggani Tonjong.

Dimas menilai kolaborasi lintas sanggar tersebut menunjukkan semangat kebersamaan dalam memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Brebes kepada masyarakat di luar daerah.

“Berbagai latar kekuatan seni di Brebes Selatan bersatu dalam satu panggung. Inilah wajah kebersamaan yang ingin kami tampilkan atas nama Brebes,” tambahnya.

Melalui panggung TMII, legenda Nyi Rantan Sari tidak hanya diperkenalkan sebagai cerita rakyat dari Brebes Selatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas budaya daerah. Kehadiran generasi muda dalam pementasan membuka ruang bagi mereka untuk mengenal, mempelajari, dan meneruskan warisan budaya Brebes. 

Humas Dinkominfotik Kabupaten Brebes



  • Leave a Comment