Brebes Ora Nglokro, Brebes Teyeng

Pengelola Berita

2023-01-17 | 20:39:48

# Comments

18 Januari adalah tanggal peringatan hari jadi Kabupaten Brebes, di tahun 2023 ini menjadi peringatan yang ke 345 tahun. Sebuah angka yang tidak sedikit. Mencerminkan berbagai dinamika pembangunan yang telah dilewati oleh beberapa generasi masyarakat Kabupaten Brebes.

Sekedar melongok, hari jadi Kabupaten Brebes bisa dibilang sebagai refleksi kolektif atas harapan dan impian warga tentang Kabupaten Brebes untuk tahun berikutnya. Peringatan hari jadi ini pun boleh disebut sebagai refleksi korektif tentang apa yang telah dicapai dan yang belum diraih selama ini. Jadi janganlah heran jika peringatan Hari Jadi Kabupaten Brebes kita upayakan dengan riuh aktivitas, minimal aktivitas rasa syukur bahwa hingga hitungan kesekian Kabupaten Brebes kita ini masih tetap dicintai warganya. Sederhana namun bisa berkesan bagi warganya. Brebes Teyeng, Brebes Jegod, Brebes Bisa!

Pada peringatan 345 tahun tahun ini, bisa dibilang jika masyarakat Kabupaten Brebes masuk dalam dinamika pembangunan yang baru. Saat ini Kabupaten Brebes dipimpin oleh Penjabat Bupati yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat hingga dilantiknya Bupati Brebes hasil Pemilu Kepala Daerah Serentak 2024 mendatang. Semenjak dilantik 13 Desember 2022, Penjabat (Pj) Bupati Brebes Urip Sihabudin SH MH bertekad akan menyelesaikan permasalahan utama di Kabupaten Brebes. Yakni Kemiskinan Ekstrem, Pengangguran, rendahnya IPM, Stunting, AKB dan AKI yang masih tinggi. Di beberapa kesempatan, Urip mengingatkan jajaran Pemkab Brebes untuk sama-sama “berlari” mengejar ketertinggalan selama ini. Urip bahkan menyampaikan mimpi bahwa target Kabupaten Brebes sebetulnya tidak ingin setara, tapi lebih baik dari kabupaten lain.

Ada banyak program yang kemudian dirancang untuk mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten Brebes 2023-2026 yaitu Madani, Maju dan Sejahtera.

Sektor kemiskinan, yang menjadi salah satu akar permasalahan. Urip menyampaikan Upaya Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Brebes dimulai dengan langkah Verifikasi Faktual Penduduk Miskin Ekstrim, kemudian Gerakan 1 Perangkat Daerah 1 Binaan Desa Miskin, Advokasi Kemiskinan di 17 Kecamatan serta Tenaga Lokal untuk Padat Karya.

Upaya tadi kemudian dirumuskan menjadi Strategi Penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Brebes yaitu dengan Mengurangi Beban Pengeluaran Masyarakat, Meningkatkan Kemampuan dan Pendapatan Masyarakat Miskin serta Meminimalisir kantong-kantong Kemiskinan.

Kemudian di sektor kesehatan yaitu Upaya penanggungan Stunting, Urip juga menyampaikan beberapa strategi yang tengah dilakukan akan terus dikembangkan dan dimaksimalkan hasilnya.

Sektor Investasi

Ditemui diruang kerjanya, Urip akan melakukan beberapa percepatan pembangunan di Kabupaten Brebes. Diantaranya, mendorong peningkatan investasi. Menurutnya, Brebes yang pro investasi telah melahirkan Kawasan Industri Brebes (KIB) dan Kawasan Peruntukan Industri Brebes (KPIB).

Pertumbuhan industri di Kabupaten Brebes menggeliat kuat. Terbukti ada 189 perusahaan telah beroperasi di zona industri, di KIB dan KPIB.

Pertumbuhan industri ini, lanjutnya, membawa efek ekonomi yang makin mantap. Terbukti telah tumbuh rumah kost dengan pesat, UMKM tumbuh diseputaran perusahaan, transportasi makin berjalan dinamis, dan multi efek lainnya.

Tumbuhnya perusahaan-perusahaan besar di Brebes, telah memacu pula pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Brebes. Menurut data Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) Di Kabupaten Brebes terdapat lebih dari 103.000 pelaku UMKM dan hasil pendataan nasional di tahun 2022 lalu tercatat 50.528.

Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kab Brebes melalui bidang usaha mikro membina kelompok-kelompok UMKM yang diberikan “rumah besar” bernama LAPAKEMANE. Saat ini Lapakemane memiliki tiga unit usaha yakni Store (toko offline yang berada di Komplek Pendopo Kabupaten Brebes dan Pojok Jajan di Mal Pelayanan Publik), untuk Café buka setiap hari pukul 18.30-24.00 di Komplek Pendopo Kabupaten Brebes dan bazar.

Jumlah produk UMKM di Lapakemane terdapat lebih dari 80 jenis produk. Jumlah ini sebenarnya masih jauh dari jumlah keseluruhan produk umkm yang ada di kabupaten brebes.

Tentunya, untuk peningkatan produk perlu dilakukan pelatihan bagi pelaku UMKM dan pendampingan sebagai bapak asuh dari perusahaan-perusahan besar di Kabupaten Brebes dengan menyalurkan dana CSR nya.

Sektor Infrastruktur

Pembangunan infrastruktur yang telah digarap Bupati Idza Priyanti memang sudah bagus dan mulus, meski tidak sedikit pula yang belum tersentuh. Untuk itu perlu pemeliharaan dan perbaikan terhadap infrastruktur yang telah terwujud sekaligus pembangunan terhadap infrastruktur yang belum sempat tersentuh. Disadari bersama, bahwa Kabupaten Brebes itu sangat luas wilayahnya dengan jumlah penduduk mencapai 2 juta jiwa sehingga membutuhkan infrastruktur untuk kelancaran kegiatan masyarakat.

Tersedianya Mal Pelayanan Publik (MPP) telah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat tentang pelayanan publik yang dibutuhkan. Dengan kolaborasi dari berbagai instansi, di MPP telah bergabung dari berbagai instansi negeri dan swasta sebanyak 26 counter pelayanan.

Pemkab Brebes, terus berupaya menarik investor. Upaya ini diyakini akan menaikan Indeks Pembangunan Manusia dan pengurangan tingkat pengangguran di Kabupaten Brebes. Untuk meningkatkan sumber daya manusia di perusahaan, para pekerja menjadi anak di perusahaan tersebut dengan mengikuti kejar Paket B untuk SMP dan kejar Paket C untuk tingkat SMA.

Bidang Pendidikan

SDM di kabupaten Brebes juga sangat memprihatinkan karena rata-rata lama anak sekolah hanya 6,22 tahun. Artinya masyarakat Kabupaten Brebes belum lulus Sekolah Dasar.

Untuk meningkatkan lama sekolah maka dicari terobosan berupa Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) dengan mengembalikan Anak Putus Sekolah (APS) dan Dewasa Tidak Sekolah (DTS). Mereka diupayakan kembali bersekolah dengan optimalisasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Dibalik masih rendahnya rata rata lama sekolah, ternyata ada Forum Guru Besar dan Akademisi Putra Putri Brebes. Mereka kaum intelektual yang tersebar di berbagai Perguruan Tinggi di seantero Indonesia yang nota bene sebagai warga asli Brebes.

Bidang Kesehatan

Rumah Sakit Ir Soekarno Ketanggungan, sudah melakukan Memorandum of Understanding dengan BPJS Kesehatan. Diharapkan layanan makin optimal dan SDM serta sarana dan prasarana dipenuhi.  Rawat inap juga sudah dibuka dan bila sudah terakreditasi maka akan dikelola secara BLUD.

RSUD Brebes juga sudah mencapai akreditasi Paripurna, diharapkan pelayanan kesehatan masyarakat juga makin optimal. Sehingga masyarakat Brebes akan berobat ke RSUD, tidak mondok ke RS daerah sebelah.

Melihat Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan tahun 2022 sebanyak 50 orang dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang dilahirkan tahun 2022 sebanyak 259 menjadi keprihatinan tersendiri. Demikian juga dengan Stunting masih tinggi, dilihat dari Survey Statusn Gisi Indosia (SSGI) 2021 sebesar 26,3 persen prevalensi stunting.

Target di 2024 menjadi 14 persen harus diupayakan secara spesifik maupun sensitif dengan melibatkan seluruh lintas sektor dengan konvergensi pencegahan stunting.

Probelma lain masih belum tingginya kesadaran membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) buktinya ada tunggakan PBB-P2 sebesar Rp 28,3 miliar.

Bidang Pertanian

Sektor pertanian di Kabupaten Brebes saat ini masih menjadi penyumbang terbesar PDRB sebesar 36,53%. dengan produk unggulan Bawang Merah, Padi, Jagung dan aneka produk pertanian lainnya. Saat ini Kab. Brebes masih menjadi pensuplai terbesar bawang merah nasional sebesar 30,68 %. Dan kontribusi di Jawa tengah sebesar 66,36%

Rata rata tingkat Kesejahteraan Petani di Kabupaten Brebes saat ini berada di angka 103.74 (kategori sejahtera). Dari beragam usaha pertanian yang ada saat ini, tingkat kesejahteraan petani bawang merah sebesar 238,74 masih lebih tinggi dan menjadi primadona dibanding petani jenis komoditas lainnya di Kab. Brebes.

Trend penurunan sumbangsih pertanian terhadap PDRB Kab. Brebes di 3 tahun terakhir menjadi catatan tersendiri dimana diperlukan strategi dan inovasi tersendiri diantaranya:

- Program Hilirisasi Usaha Pertanian melalui Pengembangan Agroindustri Pertanian seperti Olahan Bawang Merah, Kopi dan produk unggulan pertanian lainnya. Produk Olahan Bawang Merah antara lain Minyak Atsiri untuk kesehatan yang saat ini belum banyak diproduksi. Produk Olahan bawang merah yang ada saat ini berupa Pasta, Bawang Crispy, Bawang Goreng dll.

Contoh produk lain adalah Kopi, Produksi kopi th.2022 mencapai 693,9 ton (arabica 35,9 ton, robusta 358 ton) yang hampir sebagian besar 80% dijual dalam bentuk greenbean (ceri).

Terbuka peluang untuk pengembangan industri kedua konoditas diatas sebagai salah satu alternatif solusi untuk meningkatkan nilai jual dan mengantisipasi over produksi saat panen raya. Selain pengembangan olahan/industri, sistim penyiapan Gudang Penyimpan Berpendingin (Cold storage) juga perlu dikembangkan utamanya saat produk melimpah yang bertujuan untuk menjaga kestabilan harga.

Tantangan Hilirisasi memprioritaskan kebutuhan pasar sebagai landasan penyiapan produksi sesuai kebutuhan.

Keberadaan 231 orang petani millenial di Kab. Brebes menjadi salah satu kekuatan pendukung dalam pengembangan hilirisasi pertanian di era digital saat ini.

- Perbaikan Infrastruktur Pertanian

Ketercukupan ketersediaan air menjadi faktor krusial bagi usaha pertanian. Hal ini harus didukung ketersediaan infrastruktur penyediaan air yang memadai. Sebagai contoh:   Perbaikan Bendung, Perbaikan Jaringan Irigasi Tersier, Penyediaan dan Optimalisasi Embung utk pertanian dll. Sebagai contoh : Kerusakan 13 unit bendung di wilayah brebes selatan telah menyebabkan 2.916 ha lahan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal, yang menyebabkan kehilangan produksi padi 16.000 Ton tiap tahunnya.

- Perbaikan Kerusakan Lahan Pertanian

Menurunnya kualitas lahan akibat penggunaan pestisida berlebih juga menjadi catatan tersendiri dalam upaya pemulihan kualitas lahan pertanian.

Gerakan sosialisasi penggunaan pupuk hayati kepada petani terus dilakukan dalam rangka menekan biaya produksi dan lebih utama untuk pemulihan daya dukung lahan pertanian agar lebih lestari.

Jadi, pada peringatan Hari Jadi ke 345 tahun 2023 ini, kita tinggal bareng-bareng mempererat persatuan dan kesatuan, bareng-bareng nyengkuyung mbangun Brebes. Kita harus yakin bahwa Bangkit Bersama Kuat Raih Prestasi. Brebes Jegod, Brebes Teyeng, Brebes Bisa!

Dirgahayu Kabupaten Brebes!

Bagikan :



Leave a comment