Delapan Desa di Brebes Terima Bantuan Internet, Warga Kini Makin Dekat dengan Layanan Digital
Upaya mempersempit kesenjangan digital di wilayah pelosok terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Brebes. Dalam kunjungan kerja Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs Ahmad Luthfi SH, di Pendopo Kabupaten Brebes, Kamis (7/5/2026), delapan desa di Brebes menerima bantuan layanan internet guna mendukung akses informasi, pendidikan, hingga pelayanan publik masyarakat desa.
Delapan desa penerima bantuan internet tersebut yakni Desa Cipetung Kecamatan Paguyangan, Desa Karangpari Kecamatan Bantarkawung, Desa Ciomas Kecamatan Bantarkawung, Desa Telaga Kecamatan Bantarkawung, Desa Waru Kecamatan Bantarkawung, Desa Ciseureuh Kecamatan Ketanggungan, Desa Gunungjaya Kecamatan Salem, dan Desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, pemerataan pembangunan tidak hanya berbicara soal infrastruktur fisik, tetapi juga akses teknologi dan informasi bagi masyarakat desa. Menurutnya, keterhubungan internet menjadi kebutuhan penting agar warga tidak tertinggal dalam perkembangan pendidikan, ekonomi, dan pelayanan pemerintahan.
“Wilayah yang luas seperti Brebes harus mendapat perhatian bersama. Internet hari ini bukan lagi kebutuhan tambahan, tetapi sudah menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Ahmad Luthfi.
Ia mengatakan, keterbukaan akses digital akan membantu pemerintah desa lebih cepat menyelesaikan persoalan masyarakat, mulai dari pelayanan administrasi, pendidikan, hingga pengembangan potensi ekonomi lokal.
Bupati Brebes Hj Paramitha Widya Kusuma SE MM menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang terus mendorong pemerataan akses digital hingga wilayah terpencil. Menurutnya, bantuan internet tersebut akan memberi manfaat besar bagi masyarakat desa, terutama pelajar, pelaku UMKM, dan pemerintah desa dalam menjalankan pelayanan publik.
“Internet menjadi jembatan penting agar masyarakat desa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Kami ingin warga di pelosok juga bisa menikmati akses pendidikan, informasi, dan peluang ekonomi digital,” kata Paramitha.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Brebes, Dr Warsito Eko Putro menuturkan, bantuan internet tersebut menjadi langkah nyata menghadirkan transformasi digital yang lebih merata di Kabupaten Brebes.
Menurut Warsito, sebagian desa penerima bantuan masih menghadapi keterbatasan akses jaringan yang berdampak pada pelayanan publik dan aktivitas masyarakat sehari-hari. Karena itu, keberadaan internet diharapkan mampu membuka ruang baru bagi masyarakat desa untuk berkembang.
“Dengan adanya bantuan internet ini, masyarakat desa tidak lagi merasa jauh dari informasi dan pelayanan. Anak-anak bisa lebih mudah belajar, pemerintah desa lebih cepat memberikan layanan, dan pelaku usaha kecil dapat mulai mengenal pemasaran digital,” jelas Warsito.
Ia menambahkan, Dinkominfotik Brebes akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan agar pemanfaatan internet di desa benar-benar dirasakan masyarakat secara optimal dan berkelanjutan.
“Harapan kami, internet ini tidak hanya menjadi fasilitas, tetapi benar-benar menjadi alat pemberdayaan masyarakat desa agar lebih mandiri, produktif, dan terhubung dengan dunia luar,” pungkasnya.
Bantuan internet untuk delapan desa tersebut menjadi bagian dari langkah kolaboratif pemerintah dalam mengurangi kesenjangan wilayah, sekaligus memperkuat pembangunan berbasis digital hingga tingkat desa di Kabupaten Brebes.
Penulis: Bayu Arfi


Leave a Comment