Pinta Bupati, Bidan Bisa Menjiwai Profesi

Pengelola Berita

2022-08-08 | 08:34:45

# Comments

Sosok seorang bidan telah menjadi aspek penting dalam membangun kondisi kesehatan masyarakat. Sosoknya kini bukan saja dibutuhkan masyarakat ketika hendak melakukan proses persalinan saja. Tetapi harus pula memiliki wawasan pengetahuan dan keterampilan dalam menangani permasalahan kesehatan secara umum. Untuk itu, bidan harus bisa menjiwai profesi baik dari sisi keilmuan, etika serta pelayanan.

Demikian disampaikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH saat membuka seminar sehari dalam rangka dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia ke 71 Tahun 2022 di Grand Dian Hotel Brebes, Sabtu (6/8).

"Peran profesi bidan pada saat ini pun mempunyai tantangan berat, dan menuntut masing-masing harus memiliki jiwa pengabdian serta profesionalisme yang tinggi," tutur Idza.

Kata Idza, Pemerintah Kabupaten Brebes tengah fokus pada program penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Peran bidan sangat dibutuhkan dan menentukan upaya tersebut, karena bidan merupakan ujung tombak di lapangan.

"Di sisi lain, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), salah satunya, dipengaruhi oleh AKI dan AKB, sebab itu yang memengaruhi umur harapan hidup. Karenanya harus kita dukung bersama, khususnya bidan," ucapnya.

Dalam seminar yang mengusung tema Perjalanan Panjang Profesi Bidan Mewujudkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Maju, Idza berharap, seluruh peserta dapat mengikuti seminar dengan seksama. Sehingga dapat menyerap materi yang disampaikan narasumber. Dengan demikian pengetahuan yang didapat bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, juga bisa dibagikan kepada masyarakat luas.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Brebes Uji Rahayu S ST mengatakan, pelaksanaan HUT IBI ke 71, selain diisi seminar juga bersamaan dengan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) IBI Kabupaten Brebes.

"Di samping memperingati hari kelahiran, hari ini kita lakukan rapat yang bertujuan untuk memberikan laporan pertanggungjawaban selama periode 2018-2023, yang dilaksanakan oleh pengurus, termasuk rencana program ke depan," terangnya.

Kata Uji, anggota IBI saat ini berjumlah 1.804 orang. Mereka tersebar di beberapa fasilitas kesehatan (fases) pemerintah maupun swasta. Dia mengungkapkan kendala yang dihadapi IBI, salah satunya terkait kesejahteraan.

"Untuk yang di pemerintah anggota kami memang masih berstatus sebagai tenaga honorer, ini yang menjadi perhatian kami bagaimana meningkatkan kesejahteraannya. Mudah-mudahan bisa difasilitasi Pemda terkait dengan afirmasi 503 anggota yang bekerja di Pemda Brebes untuk pengangkatan ASN atau PPPK," tuturnya.

Selain itu, Uji menyampaikan kebijakan baru pada Undang-Undang Kebidanan Nomor 4 Tahun 2019, di mana untuk praktek mandiri bidan di tahun 2026 harus dari lulusan profesi. Itulah yang menjadi pekerjaan rumah, karena jumlah praktek mandiri bidan di Brebes cukup banyak.

"Kami mendorong agar mereka harus bisa menyelesaikan pendidikan profesinya sebelum tahun 2026," tandasnya.

Pada kesempatan itu, Uji juga menjadi salah satu narasumber seminar menyampaikan materi tentang Etika dan Kode Etik Profesi. Sementara narasumber lainnya yaitu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Ineke Tri Sulistyowaty SKM MKes menyampaikan materi terkait Kebijakan Pemda dalam upaya percepatan penurunan AKI, AKB dan stunting serta dr Sigit Lakamana Msi Med SpOG materi tentang Preeklampsia.
Penulis: Bayu Arfi
Editor: Wasdiun

Bagikan :



Leave a comment