Program Unggulan Bupati Bawa Penurunan Kemiskinan di Brebes Hampir 26 Ribu Jiwa
Kabupaten Brebes kembali menjadi sorotan setelah data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dari Badan Pusat Statistik (BPS) merilis perkembangan angka kemiskinan Maret 2025.
Meski garis kemiskinan (GK) mengalami kenaikan menjadi Rp 563.762,- per kapita per bulan atau naik 3,92 persen dibanding Maret 2024, jumlah penduduk miskin di Brebes justru berhasil ditekan.
Tercatat, jumlah penduduk miskin Brebes per Maret 2025 sebanyak 257,29 ribu orang, turun signifikan dari tahun sebelumnya yang mencapai 283,28 ribu orang.
Penurunan sebanyak 25,99 ribu jiwa ini sekaligus membawa penurunan Head Count Index (P0) dari 15,60 persen (2024) menjadi 14,15 persen (2025). Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) juga turun dari 2,50 menjadi 2,20, sementara Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) ikut menurun dari 0,55 menjadi 0,50.
Keberhasilan awal ini tidak lepas dari serangkaian program unggulan yang dicanangkan Bupati Brebes, Hj Paramitha Widya Kusuma SE MM. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes fokus pada penguatan jaring pengaman sosial sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Beberapa program prioritas Brebes Beres yang saat ini dijalankan, antara lain. Program UMKM Naik Kelas, dengan pendampingan usaha kecil hingga akses permodalan berbasis digital. Satu Keluarga Satu Sarjana, dengan pemberian Beasiswa dan bantuan pendidikan hingga ke tingkat sarjana bagi anak dari keluarga miskin agar tidak terjebak lingkaran kemiskinan.
Brebes Sehat, dengan program penguatan layanan kesehatan gratis dan jaminan kesehatan bagi keluarga kurang mampu melalui BPJS PBI.
Padat Karya dan Infrastruktur Desa, dengan membuka lapangan kerja langsung melalui pembangunan jalan desa, irigasi, dan fasilitas publik.
Intervensi Inflasi Daerah, Pemkab terus melakukan operasi pasar murah serta subsidi bahan pokok untuk menjaga daya beli masyarakat.
Sejak awal kepemimpinannya, Bupati Paramitha menempatkan isu kemiskinan dan perbaikan infrastruktur jalan sebagai agenda utama. Ada tiga pilar besar yang menjadi fokus.
Pemberdayaan Perempuan
Melalui program Perempuan Tangguh Brebes, ibu rumah tangga dari keluarga miskin diberi pelatihan keterampilan, akses modal mikro, hingga pemasaran produk berbasis digital.
Penguatan Ekonomi Petani. Lantaran sebagai daerah agraris, petani menjadi tulang punggung ekonomi Brebes. Program Petani Mandiri Modern diarahkan pada penggunaan teknologi pertanian, akses pupuk bersubsidi, serta perluasan pasar hasil bumi, khususnya bawang merah dan padi.
Investasi Generasi Muda, melalui program Brebes Youthpreneur, anak muda difasilitasi dengan pelatihan wirausaha, inkubasi bisnis digital, hingga akses permodalan start-up. Program ini diharapkan mencegah urbanisasi berlebihan sekaligus melahirkan lapangan kerja baru di Brebes.
Optimisme Tahun 2026
Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Brebes, Drs Apriyanto Sudarmoko, menegaskan bahwa pihaknya optimis tren penurunan ini berlanjut di tahun 2026.
“Atas arahan Ibu Bupati, berbagai intervensi sudah dipersiapkan lebih matang, terutama program pemberdayaan ekonomi perempuan, pemberian akses modal usaha tani, serta perbaikan kualitas layanan dasar. Kami menargetkan angka kemiskinan di Brebes tahun 2026 bisa turun lebih signifikan, minimal di bawah 14 persen,” kata Apriyanto, Rabu (10/9/2025).
Disisi lain, capaian Brebes ini beriringan dengan perkembangan Kabupaten Kebumen yang berhasil keluar dari status daerah termiskin di Jawa Tengah.
Berdasarkan data BPS, persentase penduduk miskin Kebumen turun dari 15,71 persen (2024) menjadi 13,58 persen (2025). Dengan capaian itu, Brebes kini mencatat angka 14,15 persen.
Meski demikian, Pemkab Brebes menilai hal ini bukan persaingan, melainkan pemacu semangat.
“Yang terpenting masyarakat Brebes merasakan dampak nyata dari program pemerintah,” katanya.
Pemkab Brebes, kata Apriyanto, terus berupaya melakukan pengentasan kemiskinan bukan sekadar menurunkan angka statistik, tetapi meningkatkan kualitas hidup warga. Oleh sebab itu, strategi ke depan akan fokus pada produktivitas, penciptaan lapangan kerja, dan stabilisasi harga pangan.
Dengan keberhasilan menurunkan hampir 26 ribu jiwa miskin dalam setahun, Pemkab Brebes yakin tren positif ini berlanjut.
“Kami optimis, dengan kebersamaan dan gotong royong seluruh pihak, angka kemiskinan di Brebes akan terus menurun, sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” pungkasnya.
Sumber : Bapperida Kabupaten Brebes/Panturapost.com


Leave a Comment