xxx
xxx
xxx

Wabup Wurja Tekankan Percepatan "Brebes Beres" dan Beri Teguran Keras Terkait Serapan Anggaran

Wakil Bupati Brebes Wurja SE memberikan evaluasi mendalam dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (Rakor POK) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Lantai 5 Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes, Jumat (6/3/2026).

Dalam arahannya, Wabup menegaskan bahwa tahun kedua kepemimpinan harus menjadi momentum pembuktian janji politik "Brebes Beres" melalui kerja nyata yang menyentuh masyarakat, setelah tahun pertama difokuskan pada pengokohan fondasi "Brebes Bergerak".

Capaian Kinerja 2025: Dari Kesehatan hingga Infrastruktur

Di hadapan seluruh kepala OPD dan camat, Wabup memaparkan sederet keberhasilan sepanjang tahun 2025 sebagai bukti konkret kinerja pemerintah:

Kesehatan: Program Nakes Door to Door melayani 204.148 warga, termasuk 20.298 ibu hamil dan 113.759 balita. Sebanyak 89.929 warga kini terlindungi Jamkesda.

Pendidikan: Renovasi 239 sekolah, pemberian Beasiswa Sukses kepada 480 mahasiswa, dan kembalinya 628 anak ke sekolah melalui program Gas Rolas (Gerakan Ayo Sekolah 12 Tahun).

Infrastruktur: Perbaikan 287 ruas jalan sepanjang 117,77 km, 65 jembatan, 99,8 km drainase, serta rehabilitasi 53,73 km tanggul sungai.

Sosial & Adminduk: Bedah rumah bagi 1.375 RTLH, insentif untuk 21.000 pegiat keagamaan, dan pelayanan Adminduk bagi 773.798 warga.

Prestasi tersebut mengantarkan Kabupaten Brebes meraih berbagai penghargaan, di antaranya Kabupaten Layak Anak Tingkat Nindya, Innovative Government Award 2025, dan Satria Leader Award.

Catatan Kritis: Penurunan Serapan Anggaran dan Piutang PBB

Meski bertabur prestasi, Wabup Wurja memberikan catatan kritis berbasis data. Ia menyoroti penurunan serapan belanja dari 95,01% (2024) menjadi 81,71% (2025).

"Rendahnya serapan anggaran berbanding lurus dengan ketidakpuasan publik. Saya berikan apresiasi kepada DPU yang telah berhasil menaikkan serapan capaian diangka 92,5%, namun dinas lain harus segera berbenah," tegas Wurja.

Beberapa poin evaluasi khusus meliputi:

Dinas Lingkungan Hidup: Rendahnya tingkat kepuasan pengelolaan sampah yang hanya mencapai 36,9%.

Dinas Pendidikan: Kurangnya akses bantuan pendidikan bagi warga yang membutuhkan.

Pendapatan Daerah: Meski PAD melampaui target (100,14%), piutang PBB-P2 tahun 2020-2024 mencapai Rp22,7 miliar. Kecamatan Larangan tercatat memiliki piutang terbesar (Rp4,66 miliar), sementara Kecamatan Losari mendapat apresiasi atas pelunasan 100%.

Instruksi Strategis Tahun 2026

Memasuki tahun anggaran 2026, Wabup mengeluarkan instruksi mengikat bagi seluruh jajaran:

Akselerasi Program Unggulan: Target Nakes Door to Door naik menjadi 275.000 warga, program Wardoyo menyasar 9.100 KK, dan peluncuran prototipe Super App Brebes Beres pada kuartal ketiga.

Infrastruktur: Program "Beresi Dalan" dengan pagu fisik Rp200 miliar harus dieksekusi tanpa penundaan.

Disiplin Fiskal: Mulai April 2026, evaluasi bulanan akan dipimpin langsung oleh Bupati. Setiap rupiah yang tidak terserap sesuai rencana wajib dijelaskan secara tertulis dalam 7 hari.

Target PBB: Bapenda ditargetkan mengurangi piutang minimal 30% di tahun 2026, dengan kewajiban camat melaporkan realisasi setiap hari Senin.

"Rakyat tidak menunggu alasan, mereka menunggu hasil. Brebes Beres adalah janji kita. Mari kita buktikan dengan kerja nyata dalam 90 hari ke depan," pungkas Wurja.

Hadir dalam rapat tersebut Sekretaris Daerah Brebes Dr. Tahroni, MPd, jajaran Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, kepala OPD, direktur rumah sakit, camat, hingga kepala puskesmas se-Kabupaten Brebes.

Penulis : Suprapto

Editor : Bayu Arfi



  • Leave a Comment