358 Jamaah Haji Berangkat dari Adi Soemarmo, Tiga Jamaah Tertunda
Sebanyak 358 jamaah haji Kloter 6 yang terdiri dari jamaah dan petugas diberangkatkan melalui Bandara Adi Soemarmo pada Kamis, 23 April 2026. Dari jumlah tersebut, jamaah perempuan mendominasi sebanyak 207 orang, sementara laki-laki berjumlah 151 orang. Berdasarkan kategori usia, mayoritas jamaah berada di bawah 60 tahun sebanyak 240 orang, sedangkan jamaah lansia tercatat 119 orang.
Namun, tidak semua jamaah dapat berangkat sesuai jadwal. Tercatat tiga orang harus menunda keberangkatan karena kondisi medis yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, termasuk kasus Chronic Kidney Disease (CKD) atau gagal ginjal kronis. Selain itu, dua jamaah lainnya, yakni Rusjan Mukhtadi dan Darojah, masih dalam observasi intensif terkait kondisi ginjal dan gangguan jantung (heart failure), dengan pengawasan ketat dari tim kesehatan kloter.
Petugas TPHD Kloter 6, Afaf Najibah, menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau kondisi jamaah, terutama yang memiliki risiko kesehatan.
"Kami memastikan seluruh jamaah mendapatkan pendampingan maksimal. Untuk yang mengalami kondisi medis seperti CKD dan gangguan jantung, kami lakukan observasi intensif dan koordinasi dengan tim kesehatan agar tetap aman selama proses keberangkatan," ujarnya.
Proses keberangkatan tahun ini semakin efisien berkat penerapan skema Makkah Route di Bandara Adi Soemarmo. Melalui sistem ini, seluruh proses imigrasi Arab Saudi dilakukan langsung di tanah air, meliputi pemindaian sidik jari, pemeriksaan biometrik, hingga stempel paspor oleh petugas imigrasi Arab Saudi. Dengan demikian, setibanya di Jeddah atau Madinah, jamaah tidak perlu lagi antre imigrasi dan dapat langsung menuju bus menuju hotel, sementara bagasi ditangani melalui sistem kargo terpisah.
Di lapangan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Koordinasi antara petugas kesehatan kloter dan pihak bandara berlangsung intensif, terutama dalam menangani jamaah dengan kondisi kesehatan khusus. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh jamaah tetap aman dan nyaman selama proses keberangkatan hingga tiba di Tanah Suci.
Secara umum, kondisi jamaah dalam keadaan kondusif dan terkendali. Diharapkan seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, sehat, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.
Meski di tengah berbagai tantangan, semangat para jamaah tetap terlihat kuat. Dengan wajah penuh harap dan doa, langkah mereka menuju Tanah Suci menjadi awal perjalanan spiritual yang tak terlupakan.
Sumber: TPHD Kabupaten Brebes


Leave a Comment