xxx
xxx
xxx

Festival Bahasa Tana 2026, Wabup Brebes Ajak Generasi Muda Bangga Gunakan Bahasa Daerah

Wakil Bupati Brebes, Wurja, S.E., mengajak generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan bangga menggunakan bahasa daerah sebagai bagian dari upaya menjaga identitas serta warisan budaya bangsa.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Festival Bahasa Tana 2 Tahun 2026 di Padepokan Kalisoga, Kampus 3 Universitas Harkat Negeri, Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Sabtu (7/11/2026) malam. Wurja hadir mewakili Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M.

Mengusung tema “Dari Tanah, Kita Berbahasa; dari Nusantara, Kita Bersaudara”, festival ini menjadi ruang perjumpaan para seniman, budayawan, sastrawan, akademisi, serta pegiat bahasa dan sastra dari berbagai daerah.

Dalam sambutan Bupati Brebes yang disampaikannya, Wurja mengatakan bahwa Festival Bahasa Tana bukan sekadar kegiatan kesenian, melainkan ruang untuk mempertemukan keberagaman identitas budaya dalam semangat persaudaraan.

Setiap daerah, menurutnya, memiliki bahasa, cerita, tradisi, dan cara tersendiri dalam mewariskan nilai kehidupan. Keberagaman tersebut merupakan kekayaan bangsa yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Brebes memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Ada dialek bahasa Brebes dengan kekhasannya, ada tradisi, kesenian, cerita rakyat, dan pengetahuan lokal yang tumbuh bersama kehidupan masyarakat. Semua itu merupakan identitas yang harus terus kita rawat,” demikian pesan Bupati yang disampaikan Wakil Bupati.

Generasi Muda Jadi Kunci Pelestarian Bahasa

Wurja mengingatkan bahwa salah satu tantangan pelestarian budaya adalah semakin berkurangnya kedekatan generasi muda dengan bahasa dan tradisi daerahnya sendiri.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan budaya global tidak seharusnya membuat anak muda kehilangan kebanggaan terhadap identitas lokal. Sebaliknya, kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan bahasa dan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

“Anak-anak muda perlu mengenal, mempelajari, dan merasa bangga menggunakan bahasa daerahnya. Karena bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga bagian dari identitas dan kebanggaan terhadap tanah kelahiran,” pesannya.

Ia menegaskan, pelestarian bahasa dan budaya membutuhkan keterlibatan bersama. Keluarga, lembaga pendidikan, pemerintah, komunitas seni, dan masyarakat memiliki peran dalam menjaga agar bahasa daerah tetap digunakan dan

diwariskan.

Kampus dan Komunitas Perlu Perkuat Ekosistem Budaya

Pemerintah Kabupaten Brebes menyampaikan apresiasi kepada Universitas Harkat Negeri yang telah menghadirkan Festival Bahasa Tana sebagai ruang kreatif dan pembelajaran budaya lintas generasi.

Perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis, tidak hanya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam memperkuat identitas budaya, mengembangkan kreativitas, dan merawat kearifan lokal.

Pertemuan para pegiat budaya dari berbagai daerah, termasuk kawasan Pantura Tegal–Brebes, diharapkan dapat memperluas jejaring, mendorong pertukaran gagasan, serta membuka peluang kolaborasi antarkomunitas seni dan budaya.

Wurja berharap Festival Bahasa Tana dapat terus berkembang sebagai agenda kebudayaan yang memberikan ruang bagi seniman untuk berkarya dan generasi muda untuk belajar.

“Harapannya, Festival Bahasa Tana terus tumbuh menjadi ruang bagi para seniman untuk berkarya, bagi generasi muda untuk belajar, dan bagi budaya daerah untuk semakin dikenal,” ungkapnya.

Selain sebagai warisan identitas, bahasa, kesenian, tradisi, dan kerajinan lokal juga memiliki potensi untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif serta pariwisata berbasis kebudayaan.

Karena itu, pelestarian budaya perlu berjalan beriringan dengan upaya memberi ruang bagi para pelaku seni dan komunitas lokal agar terus berkarya dan mengembangkan potensinya.

Menutup sambutannya, Wurja mengajak masyarakat untuk memulai pelestarian budaya dari lingkungan terdekat, seperti menggunakan bahasa ibu, mengenalkan cerita rakyat kepada anak-anak, serta menghargai karya seniman lokal.

“Mari kita jaga bahasa dan kebudayaan kita. Karena di sanalah tersimpan ingatan, jati diri, dan kebijaksanaan leluhur. Terus berkarya dan terus merawat kebudayaan Nusantara,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dekranasda Kabupaten Brebes Akhmad Saeful Ansori, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes Fajar Adi Widiarso, jajaran civitas akademika Universitas Harkat Negeri, para pelaku seni dan budaya, serta tamu undangan lainnya.

Melalui Festival Bahasa Tana 2026, diharapkan bahasa dan kebudayaan daerah semakin mendapat ruang untuk tumbuh, dikenal, dan diwariskan kepada generasi penerus. 

Humas Dinkominfotik Kabupaten Brebes



  • Leave a Comment