xxx
xxx
xxx

Gempur Rokok Ilegal: Dinkominfotik Brebes Edukasi Pelajar dan Seniman Terkait Cukai

Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Dinkominfotik) terus memperkuat upaya pemberantasan rokok ilegal. Kali ini, sasaran edukasi diarahkan kepada generasi muda dan penggiat seni melalui kegiatan Sosialisasi di Bidang Cukai yang diselenggarakan di King Royal Hotel Brebes, Rabu (19/11/2025) siang.

Acara ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Kepala Kantor Bea Cukai Tegal, Yudiarto, dan Kepala Bagian Perekonomian Setda Brebes, Wahid Hasyim. Jalannya diskusi dipandu langsung oleh Kepala Bidang Komunikasi dan Kehumasan Dinkominfotik Brebes, Taufan Haqiqi, selaku moderator.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang merepresentasikan elemen masyarakat strategis, terdiri dari 25 pelajar tingkat SMA/sederajat dan 25 perwakilan komunitas seni se-Kabupaten Brebes.

Pentingnya Peran Masyarakat Dalam paparannya, Kepala Bea Cukai Tegal, Yudiarto, menekankan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai ciri-ciri rokok ilegal. Menurutnya, peredaran rokok tanpa pita cukai atau dengan pita cukai palsu sangat merugikan negara karena menghambat penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang seharusnya kembali ke rakyat untuk pembangunan.

"Pelajar dan seniman adalah agen perubahan. Kami berharap adik-adik pelajar tidak mencoba rokok ilegal, dan para seniman dapat menyisipkan pesan antikorupsi serta kampanye 'Gempur Rokok Ilegal' melalui karya-karya seni mereka," ujar Yudiarto.

Manfaat DBHCHT bagi Daerah Senada dengan hal tersebut, Kabag Perekonomian Setda Brebes, Wahid Hasyim, menjelaskan bahwa kontribusi cukai sangat terasa bagi pembangunan di Brebes, mulai dari sektor kesehatan, kesejahteraan masyarakat, hingga pembiayaan pelatihan-pelatihan keterampilan.

"Sosialisasi ini bukan sekadar memberikan informasi hukum, tetapi juga mengajak komunitas seni dan pelajar untuk peduli bahwa setiap rupiah dari cukai resmi sangat bermanfaat untuk fasilitas umum yang kita nikmati di Brebes," jelas Wahid.

Metode Komunikasi yang Efektif Kabid Komunikasi dan Kehumasan Dinkominfotik Brebes, Taufan Haqiqi, menambahkan bahwa pemilihan peserta dari unsur pelajar dan seniman dilakukan agar informasi mengenai cukai dapat disebarluaskan dengan gaya bahasa yang lebih cair dan kreatif.

"Pelajar sangat aktif di media sosial, sementara seniman memiliki massa pendengar yang setia. Kolaborasi dua lini ini diharapkan mampu menekan angka peredaran rokok ilegal di wilayah Kabupaten Brebes secara signifikan," pungkas Taufan.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam memahami perbedaan fisik antara rokok legal dan ilegal serta prosedur pelaporan jika menemukan peredaran barang kena cukai ilegal di lingkungan mereka.

Penulis : Humas Dinkominfotik Brebes



  • Leave a Comment