Merayakan Hari Ibu, Umi Launching Warmatok Piring Ndesa

Pengelola Berita

2021-12-26 | 12:16:21

# Comments

Piring seng, cangkir seng, mengingatkan kita pada masa silam ketiga belum ada komputer saat makan. Gemrincing suara Piring Seng membawa nuansa indah, segar dan hangat di meja makan. Kehangatan keluarga tercipta tanpa basa-basi, saling bercengkrama di meja tamu yang sekaligus berfungsi sebagai meja makan.

Nuansa itu, ditawarkan Warung Makan dan Toko (Warmatok) Piring Ndesa milik Siti Umroatin yang biasa di sapa Umi. Dengan menu andalan Ayam goreng, Sayur Sop dan Sayur Asem mampu memanjakan lidah wong Brebes dan sekitarnya.

Tepat di Hari Ibu, Selasa (22/12) Warmatok Piring Ndesa di Launching Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinpernaker) Kabupaten Brebes Warsito Eko Putro. Launching ditandai dengan pemotongan pita di pintu masuk Warmatok. Warung makan ini, merupakan salah satu bidang usaha Tenaga Kerja Mandiri (TKM) dari 60 TKM binaan Dinperinaker Kabupaten Brebes.

Warsito Eko Putro mengaku gembira dengan dibukanya Warmatok, karena telah membantu Dinpernaker dalam menciptakan lapangan pekerjaan sehingga tingkat perekonomian masyarakat meningkat.

Launching di Hari Ibu, dalam pandangan Eko sangat tepat karena bisa mengingatkan akan jasa ibu yang selalu menyajikan kuliner spesial. Kalau ingat Ibu, ya berarti ingat masakannya juga. Apalagi dengan nuansa pedesaan dan tempo dulu, Wamatok Piring Ndese akan laris dan berkembang.
Umi mengaku senang dengan kedatangan teman-teman karyawan Dinpernaker dan ASN lainnya, juga para pensiunan saat launching Warmatok.
Adapun menu spesial yang ditawarkan Warmatok Piring Ndesa berpupa ayam goreng dan ayam serta sayur asem dan menu lainnya.
“Warmatok membuka layanan pesanan untuk perkantoran maupun kegiatan perkumpulan lainnya,” pungkas Umi.
Salah seorang tamu Fahroji mengaku sengaja datang bersama istrinya untuk menikmati menu Warmatok. Menurut Fahroji, masakan di Warmatok Piring Ndesa cocok dilidahnya. Sajian dengan piring dan cangkir seng, membawanya ke alam tempo doeloe yang mengasyikan hati.
“Jadi lahap, sing ini saya makan. Istri kebetulan juga tidak masak hari ini karena habis mengikuti kegiatan kantor, jadi saya ajak juga ke sini,” ucap Fahroji. (Wasdiun)

Bagikan :



Leave a comment